Kajian Fitoremediasi untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat di Wilayah Pesisir Menggunakan Tumbuhan Mangrove (Studi Kasus: Pencemaran Merkuri di Teluk Jakarta)

Yulyana Suci Nursagita, Harmin Sulistyaning Titah
Submission Date: 2021-03-01 09:02:59
Accepted Date: 2021-08-31 08:05:03

Abstract


Indonesia merupakan negara besar yang memiliki sumber daya alam melimpah, sehingga kegiatan industri di Indonesia juga semakin meningkat. Salah satu pencemar yang terdapat di wilayah pesisir adalah logam berat. Pencemar logam berat dihasilkan dari limbah industri mulai dari industri elektronik, industri cat dan Industri yang lain. Pencemaran wilayah pesisir oleh logam berat dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem di wilayah pesisir. Hal itu menyebabkan terakumulasinya logam berat di tubuh biota di wilayah pesisir, yang mana dapat masuk kedalam tubuh manusia jika dikonsumsi. Terakumulasinya logam berat di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan terganggunya Kesehatan. Diperlukan adanya metode dalam meremediasi polutan logam berat di wilayah pesisir. Dipilihlah metode Fitoremediasi sebagai cara untuk menurunkan konsentrasi logam berat di wilayah pesisir. Metode ini dipilih karena operasionalnya yang mudah, ramah lingkungan, murah dan dapat meremediasi dalam jangka waktu yang lama. Tumbuhan yang digunakan untuk metode ini adalah tumbuhan mangrove. Mangrove merupakan tumbuhan yang dapat bertahan hidup di kondisi lingkungan yang ekstrem salah satunya adalah kadar salinitas yang tinggi. Studi kasus di wilayah pesisir Teluk Jakarta menunjukkan bahwa wilayah pesisir tersebut telah tercemar logam berat dimana logam berat merkuri (Hg) sudah terakumulasi pada biota laut yang terdapat di sekitar Teluk Jakarta. Metode dalam mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dengan fitoremediasi menggunakan empat jenis mangrove Avicennia alba, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorizha, Rhizophora mucronate. Susunan penanaman berdasarkan zonasi mangrove yang ada. Kemampuan dalam menyisihkan logam berat tergantung dengan jumlah tumbuhan dan waktu remediasi. Semakin cepat waktu remediasi semakin banyak tumbuhan yang diperlukan, jika waktu remediasi yang digunakan cukup lama maka semakin sedikit jumlah tumbuhan.

Keywords


Fitoremediasi; Logam Berat; Mangrove; Wilayah Pesisir.

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung