Identifikasi Daerah Kekeringan dengan Menggunakan Temperature Vegetation Index (TVDI) dan Landsat 8

Fauzi Shidqi, Noorlaila Hayati, Filsa Bioresita
Submission Date: 2021-03-07 21:18:31
Accepted Date: 2021-08-31 07:52:56

Abstract


Kekeringan kerap terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (2018), Kabupaten Sumedang merupakan salah satu daerah di Jawa Barat rawan terhadap kekeringan. Kekeringan terjadi akibat berkurangnya air secara drastis pada suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Salah satu cara untuk dapat mengelola resiko terjadinya kekeringan adalah dengan memperkirakan daerah-daerah yang rawan terhadap kekeringan. TVDI (Temperature-Vegetation Dryness Index) merupakan indeks kekeringan yang dihitung berdasarkan parameter empirik dari hubungan antara temperatur permukaan (TS) dan indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Indeks tersebut dikaitkan dengan kekeringan lahan yang diperoleh hanya berdasarkan input dari informasi satelit penginderaan jauh dengan menggunakan citra Landsat 8, dengan waktu pengamatan pada bulan Agustus-September 2018. Dari penelitian ini didapat dua persamaan TVDI di Kabupaten Sumedang berdasarkan cara pengambilan titik sample, persamaan pertama sample manual adalah TVDI = (LST – (6,881*NDVI +23,766))/((-16,4*NDVI) + 58,962), daerah dengan nilai TVDI 0,6 – 0,8 (agak kering) dan 0,8 – 1 (kering) memiliki luas secara beturut-turut yaitu 1921,477 Ha dan 152721,036 Ha, sedangkan persamaan kedua sample menggunakan toolsbox fishnet pada arcGIS adalah TVDI = (LST – (1,923*NDVI +29,456))/((-8,764*NDVI) + 0,576), dengan kondisi terluas 68881,947 Ha dengan nilai TVDI 0,8-1 (kering), sedangkan area terkecil 1031,886 Ha dengan nilai 0-0,2 (basah.

Keywords


Kabupaten Sumedang; Kekeringan; LST; TVDI.

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung