Persebaran Logam Berat pada Tanah dan Air Tanah Akibat Aktivitas Industri Rumah Tangga Peleburan Limbah Elektronik

Citra Nur Fadilah, Welly Herumurti
Submission Date: 2020-08-24 06:52:39
Accepted Date: 2021-01-25 21:26:58

Abstract


Industri pengolahan PCB di suatu daerah di Jawa Timur telah beroperasi sejak tahun 2015 hingga tahun 2020, Paska penutupan industri belum diketahui dampak terhadap lingkungan sekitar. Kemudian dilakukan analisis pendahuluan pada kualitas air tanah dan tanah di wilayah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi pencemaran logam berat Pb sebesar 0,52 mg/L dan Cu sebesar 0,27 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran logam berat Pb dan Cu pada tanah dan air tanah di sekitar wilayah industri dan mengetahui jarak aman sumur yang layak konsumsi terhadap sumber kontaminan sesuai dengan Pergub Jatim Nomor 72 Tahun 2013. Metode yang digunakan untuk mengukur sebaran logam berat adalah model transport kontaminan satu dimensi. Model ini menggunakan solusi numerik dengan metode beda hingga. Langkah dasar metode ini antara lain membagi grid waktu hingga 5 tahun dan membagi grid jarak per 100 meter hingga jarak terjauh yaitu 700 meter, mentransformasikan persamaan diferensial parsial model transport satu dimensi ke persamaan kerja beda hingga, dan melakukan simulasi konsentrasi. Hasil model simulasi konsentrasi Pb dari konsentrasi sumber 0,52 mg/L, 0,92 mg/L, 1.72 mg/L, 2.53 mg/L, 3.26 mg/L, 4.34 mg/L dan simulasi konsentrasi Cu dari konsentrasi sumber 0,27 mg/L, 0,65 mg/L, 0,83 mg/L, 1.64 mg/L, 1.94 mg/L, 2.18 mg/L, menunjukkan bahwa seluruh hasil persebaran logam berat Pb dan Cu dari grid jarak 100 hingga 700 m yang disimulasikan mengalami persebaran melebihi grid jarak terjauh 700 meter. Hal ini ditunjukkan dari hasil simulasi semua konsentrasi pada grid jarak dan waktu masih terdapat sisa konsentrasi. Jarak aman sumur terhadap titik pembakaran untuk logam berat Pb minimal 200 m dan logam berat Cu minimal 100 m. Faktor yang paling mempengaruhi persebaran kontaminan pada air tanah berdasarkan simulasi model secara berurutan adalah adveksi, disperse, dan faktor retardasi.

Keywords


Adveksi; Air Tanah; Dispersi Hidrodinamik; Faktor Retardasi; Transport Kontaminan

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung