Penerapan Konsep Exchanging Experience untuk Menghapus Pelabelan terhadap Difabel

Henni Henni, Nur Endah Nuffida
Submission Date: 2016-07-28 14:51:25
Accepted Date: 2016-12-13 12:16:27

Abstract


Lebih dari satu milyar manusia di dunia hidup dengan keterbatasan fisik atau mental yang menghambatnya untuk beraktivitas, atau yang disebut dengan difabel. Difabel di Indonesia belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, terbukti dengan rendahnya tingkat pendidikan, kemampuan ekonomi, dan partisipasi sosial difabel. Salah satu faktor penyebabnya adalah stigma yang berkembang di masyarakat yang cenderung meremehkan difabel. Respon secara arsitektural untuk menghapus pelabelan pada difabel adalah dengan menghadirkan arsitektur berkonsep pertukaran pengalaman (exchanging experience), khususnya pengalaman indra, antara difabel dan non-difabel. Permasalahan desain yang muncul adalah bagaimana penerapan konsep tersebut dalam arsitektur, baik pada program ruang, interior, fasad, hingga ruang luar. Untuk menghadirkan konsep tersebut digunakan metode Rationalist Approaches yang membutuhkan pengetahuan di bidang lain sebagai dasar, dalam hal ini terkait indra dan psikologi pengguna. Dengan metode tersebut, arsitektur yang hadir mengundang penggunanya lebih peka dalam mengeksplorasi indra. Elemen-elemen arsitektur seperti dinding, lantai, hingga ramp memberikan pengalaman pada indra manusia melalui pemilihan dan pengaplikasian material dengan karakteristik tertentu.

 


Keywords


difabel; exchanging experience; indra; museum

References