Pusat Komunitas Tunarungu: Mata yang Mendengar

Cinthia Sofie Devansari, Murni Rachmawati
Submission Date: 2017-07-25 16:35:44
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:18

Abstract


Sebagai seseorang yang memiliki ketidaksempurnaan, tunarungu sering mengalami permasalahan tersendiri dalam hidupnya. Yang pada akhirnya permasalahan-permasalahan tersebut mempengaruhi kualitas hidup tunarungu, dimana para tunarungu memiliki kualitas hidup yang buruk karena merasa dikucilkan, tidak dianggap dan tunarungu juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Padahal sebagai umat manusia, para tunarungu berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, sama seperti manusia normal lainnya. Penjabaran di atas melatarbelakangi diperlukannya Pusat Komunitas Tunarungu yang nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi tunarungu dalam mengembangkan minat dan bakatnya, sekaligus wadah dalam memamerkan dan menunjukan kemampuan dan bakatnya kepada masyarakat luas. Pendekatan DeafSpace dan juga konsep “Mata yang Mendengar” diterapkan dalam objek rancang ini. Pendekatan dan konsep ini dipakai dan diterapkan untuk membuat sebuah objek rancang yang desainnya sesuai dengan kebutuhan seorang tunarungu, baik dari sisi gubahan massa, tatanan zoning, hingga penggunaan material dan warna pada bangunan. Dengan desain objek rancang yang sesuai dengan kebutuhan tunarungu ini, maka diharapkan para tunarungu dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman.


Keywords


Tunarungu; Kualitas Hidup; Minat dan Bakat; Masyarakat

References


Buletin Disabilitas Kementerian Kesehatan RI semester II, 2014 6-14

Byrd, Todd. (2007). Deaf Space [Online]. Available: http://www.gallaudet.edu/campus-design/deafspace.html

Jormakka, Kari. (2008). Basics Design Method. Birkhäuser Architecture.

Tschumi, Bernard. (1994). Six Concepts, Excerpt from Architecture and Disjunction. The MIT Press. Cambridge.

Rin Diani, Meutia. (2012). Mata yang Mendengar: Arsitektur bagi Tunarungu. Suka Buku. Jakarta.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.