Produksi Benih Sintetik Tanaman Moringa oleifera

Chusnul Eka Safitri Himayani, Wirdhatul Muslihatin
Submission Date: 2017-07-28 23:46:51
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:20

Abstract


Perbanyakan tanaman Moringa oleifera secara generatif cukup sulit dilakukan karena kemampuan perkecambahan bijinya rendah kelangsungan hidupnya rendah, pertumbuhan membutuhkan waktu yang lama dan kurangnya metode perbanyakan secara vegetatif. Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan melakukan perbanyakan tanaman secara vegetatif melalui pendekatan bioteknologi yaitu teknik kultur in Vitro dan teknik enkapsulasi yang dapat menghasilkan benih sintetik. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tahapan yang dilakukan pada proses produksi benih sintetik tanaman Moringa oleifera. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah induksi kalus embriogenik dalam medium MS + NAA 1 mg/L + Kinetin 1 mg/L. Kemudian kalus embriogenik  yang didapatkan akan dipindahkan ke medium maturasi BAP 3 mg/L. Pada tahap maturasi terjadi perkembangan kalus embriogenik menjadi embrio somatik. Embrio somatik yang didapatkan akan dienkapsulasi menggunakan Alginat dengan konsentrasi 4% dan diletakkan di CaCl2 konsentrasi 75 mM, saat benih sudah mengeras dibilas menggunakan aquades. Benih yang dhasilkan memiliki warna bening dan embrio berwarna putih kekuningan dengan diameter berkisar 5,2 – 5,7 mm dan memiliki berat basah berkisar 90 – 280 miligram.


Keywords


Benih sintetik;in Vitro; Kalus embriogenik;Moringa oleifera

References


F. Anwar, L. Said, M. Gilani. “Moringa oleifera a Food Plant with Multiple Medicinal Uses.” Phytotherapy Research. 21: 17-25 (2007).

B.N. Devendra, P. Talluri, N. Srinivas. “Callus Induction and Somatic Embryogenesis of Moringa oleifera Lam an anti-radiation Plant.” Journal of Agricultural Technology Vol 8(6):1953-1963.

D.F. Wetherell. “Plant Tissue Culture Series”. New Jersey : Avery Publishing Group Inc (2008).

M.A.J. Toonen, S.C. Virles .”Initiation of Somatic Embryos from Single Cell. In: Wang, T.L., A. Curming (ed). Embryogenesis the Generation of Plant.” Scientific Publishers Limited. Oxford. 173 – 177 (1996).

M. Lambardi, C. Benelli, E.A. Ozudogru, Y.O. Tokatli. “Synthetic Seed Technology in Ornamental Plants.” Floriculture, Ornamental and Plant Biotechnology Vol. II (2006).

K.M.B. Arun, V. Vakeswaran., V. Krishnasamy. “Enchancement of Synthetic Seed conversion to sedling in hybrid rice” Plant Cell Tiss Org Cult (2005).

L. Roostika, R. Purnamaningsih, Supriati, I. Mariska, N. Kumaida, G.A Wattimena. :Pembentukan Benih Sintetik Tanaman Nenas”. J.Hort 22(4): 316-326 (2012).

R. Mutia. “Efek Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis terhadap Enterococcus faecalis sebagai bahan Medikamen Saluran Akar secara In Vitro”. Skripsi. Medan : USU (2010).

W. Muslikhatin, N. Jadid, I.D. Puspitasari, C.E. Safitri. “Growth of Vegetative Explant Moringa oleifera on Different Composition of Auxin and Cytokinin and its Synthetic Seed Germination.” Proceeding of International Biology Confeence. Publishing by AIP Publishing (2016).

R.LM. Pierik. “In Vitro Culture of Higher Plant”. Kluwer Academic Publisher. London (1987).

R.F. Oetami. “Kombinasi embriogenesis langsung dan tak langsung pada perbanyakan kopi robusta.” Jember: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (2015).

M.C. Renddy, K.S.R. Murthy, Pullaiah. “Synthetic Seed: A review in agriculture and foresty.” Biotechnology. 11: 1254 – 14275 (2012).

I. Warnita, Suliansyah. “Pertumbuhan dan Ketahanan bibit mikro kentang (Solanum tuberosum L.) enkapsulasi pada beberapa konsentrasi alginat”. Jerami, 1(3):139-143 (2008).

Sumaryono, R.T. Saptarini. “Pengaruh matriks kapsul terhadap perkecambahan benih sintetik teh (Camelia sinensis L.)”. Bogor : Pusat penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (2015).

Situngkir, Janner. “Pembuatan dan Karakterisasi Fisikokimia Bahan Cetak Gigi Palsu Kalsium Alginat”. Tesis. Medan: Universitas Sumatera Utara (2008).


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.