Redesain Ruang Publik di Tepi Sungai Winongo dengan Konsep Landscape as Architecture

Amalina Budiati, Rabbani Kharismawan
Submission Date: 2017-07-31 15:41:40
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:18

Abstract


Ruang terbuka juga menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah kota untuk memfasilitasi kehidupan warganya agar seimbang dan peduli dengan lingkungannya, contohnya seperti taman dan sentra kuliner. Sungai merupakan salah satu sumber kehidupan dan fasilitas bagi sebuah kota, dan ruang terbuka yang dapat diakses oleh banyak orang di sebuah kawasan. Dari kedua hal yang berpotensi di atas, maka redesain ruang publik akan lebih menarik bila direncanakan secara kontekstual dan mengangkat kekayaan alam atau budaya yang ada di sekitarnya, salah satunya bentang alam sungai, sehingga ruang publik ini menjadi lebih khusus dan tidak akan ditemukan di daerah lain. Ruang publik ini menggunakan prinsip yang sama, yaitu mendesain ulang programnya dengan beberapa evaluasi, menggunakan pendekatan lansekap dan konsep landscape as architecture. Di dalamnya, ruang publik ini berisi museum dan pusat informasi versi mini yang dapat memberitahu pengunjung mengenai sejarah Sungai Winongo, keadaan terkini Sungai Winongo, dan taman air yang menjadi sarana belajar langsung bagi masyarakat untuk bisa belajar mengoptimalkan kawasan di tepi sungai dan membudidayakan air. Agar selanjutnya masyarakat dapat memanfaatkan air dan sungai secara optimal dan bijaksana.

Keywords


landscape as architecture; redesain ruang publik; Sungai Winongo; tepi sungai

References


Pemerintah Kab. Bantul. (2011-2015). RTPLP Kawasan Beton, Madukismo, Niten, Kabupaten Bantul . Kabupaten Bantul.

Levebfre, H. (1991). The Production of Space. Oxford: Basil Blackwell.

Jauslin, D. (2010). Architecture with Landscape Methods Case Study of the Rolex Learning.

Kharismawan, R., & Amiranti, S. (2013). Strategi Pengembangan Kawasan Pelabuhan Rakyat Kalimas Mengacu Pada Zonasi Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Laporan Akhir Penelitian Dosen Muda, 18-20.

Kusumawanto, A., & Astuti, Z. B. (2014). Green Urban Waterfront Management Case of Solo, Indonesia. Retrieved from Journal of Architecture and Environment: http://iptek.its.ac.id/index.php/joae/article/view/880


Full Text: Untitled

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.