Placemaking dalam Perancangan Rumah Susun Sewa

Kurnia Manis Rumaningsih, Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi
Submission Date: 2018-07-27 18:04:40
Accepted Date: 2019-03-29 06:57:03

Abstract


Rumah menjadi kebutuhan dasar seluruh manusia untuk membina keluarga dalam rangka menjaga kelangsungan hidup. Kebutuhan perumahan di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang belum memiliki tempat tinggal akibat dari kurang tersedianya pasokan rumah. Dari permasalahan tersebut, muncul sebuah fenomena sosial yang disebut Backlog. Backlog merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika jumlah rumah tidak dapat mencukupi kebutuhan rumah per kepala keluarga. Backlog di perkotaan salah satunya dipengaruhi oleh laju urbanisme yang tidak dapat dikendalikan secara penuh. Akibatnya, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang melakukan kegiatan urbanisasi sulit mendapatkan tempat berhuni di lahan perkotaan. Atas permasalahan ini, diperlukan sebuah solusi hunian yang dapat memecahkan permasalahan tersebut. Hunian sewa hadir sebagai salah satu solusi untuk mengurangi dampak negatif yang tumbuh di masyarakat akibat kurangnya kemampuan masyarakat secara ekonomi. Hunian sewa dianggap sesuai untuk menyelesaikan masalah ini karena sistem dalam penyewaan hunian dapat disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Permasalahan lain yang dijumpai adalah kurangnya lahan perumahan di tanah kota. Oleh karena itu untuk memecahkan dua permasalahan ini, usulan yang diberikan adalah menciptakan hunian susun sewa. Dengan menggunakan metode Architecture Programming oleh Donna P. Duerk, tahapan pada perancangan ini adalah melalui pengumpulan fakta, mencari permasalahan, penentuan tujuan, penentuan syarat yang diperlukan dalam perancangan, serta menciptakan konsep. Pendekatan perilaku dipilih karena perancangan menitikberatkan pada pola perilaku yang terjadi pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Desain merupakan hunian yang mampu memberikan aksesibilitas yang mudah cepat. Selain itu, untuk menunjang terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, desain menyediakan ruang-ruang yang dapat diakses oleh pengguna bangunan sebagai sarana bertemu, berkumpul dan bersosialisasi serta lokasi-lokasi yang mampu memberikan sarana rekreatif.­

Keywords


Backlog; kota; perilaku; placemaking; rumah susun

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Sains dan Seni ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni.