Kompleks Pengembangan Garam Terpadu Surabaya

Irfan Falih Mahdi, Bambang Soemardiono
Submission Date: 2018-07-27 21:07:42
Accepted Date: 2019-02-13 22:35:46

Abstract


Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang berada di daerah pesisir. Sehingga Surabaya berpotensi untuk menjadi daerah penghasil garam yang besar. Namun berbanding terbalik dengan kondisi Indonesia dan khusunya Surabaya sekarang yang sedang mangalami krisis garam. Arsitektur bioklimatik mengajarkan kita akan pentingnya merespon iklim agar arsitektur yang kita rancang dapat sesuai dengan kebutuhan. Diperlukannya metode yang menerapkan prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik yaitu dapat memanfaatkan potensi-potensi sekitar site dengan memperhatikan konfigurasi bentuk massa bangunan dan perencanaan tapak, orientasi bangunan, ruang transisional, desain pada dinding, hubungan terhadap lansekap. Program pada rancangan ini memliki program utama yakni Industri, Hunian, serta Edukasi. Seluruh program tersebut akan disatukan dan memiliki integrasi satu sama lain. Program-program tersebut di rancang untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi dan diharapkan kepedulian dan partisipatif dari berbagai pihak dapat menjaga eksistensi garam di Surabaya.

Keywords


arsitektur bioklimatik; garam; iklim; pengembangan; terpadu

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Sains dan Seni ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni.