Rumah Singgah untuk Penderita Kanker dengan Konsep Healing Environment

Nathania Corry Clarissa, Ima Defiana
Submission Date: 2018-08-02 07:07:10
Accepted Date: 2019-03-29 06:57:03

Abstract


Kanker menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia. Pengobatan kanker membutuhkan waktu yang lama dan mahalnya biaya pengobatan. Bagi penderita kanker asal luar Jakarta harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi maupun penginapan. Rumah singgah didesain untuk para penderita kanker yang berasal dari luar daerah Jakarta, yang sedang melakukan pengobatan atau menunggu jadwal kemoterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Rumah singgah mampu memberikan pengaruh positif pada proses penyembuhan bagi penderita kanker, dan menghadirkan interaksi sosial antar penderita kanker. Interaksi ini akan memberikan sebuah dukungan psikis. Sebuah teori yang menyatakan bahwa faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam proses pengobatan dibandingkan dengan faktor medis. Oleh karena itu, rumah singgah dirancang dengan konsep healing environment agar dapat menciptakan lingkungan positif. Metode merancang dengan menggunakan metode Multi Sensory Experience. Multi Sensory Experience memberikan pengalaman sense seperti visual, pendengaran, peraba dan penciuman yang dapat memberikan efek healing bagi pengguna. Kriteria perancangan secara keseluruhan merujuk pada konsep healing environment. Dalam aspek arsitektur, rancangan dapat memperhatikan bentuk, sirkulasi, tata ruang dan perletakkan bukaan, pencahayaan, penghawaan, warna dan tekstur material. Aspek non-arsitektural dapat dihadirkan melalui rancangan taman merujuk pada kriteria healing garden. Sebuah hasil penelitian bahwa suara alam, alam terbuka dengan suasana hijau dapat memberikan dampak positif bagi pikiran dan tubuh walau hanya beberapa menit.

Keywords


experience ; interaksi ;multi sensory

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Sains dan Seni ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni.