Desain Parameter Akusisi Seismik 3D Menggunakan Metode Statik dan Dinamik dengan Study Kasus Model Geologi Lapangan “ITS”

Winda Hastari, Bagus Jaya Santosa
Submission Date: 2014-08-06 17:20:21
Accepted Date: 2014-09-14 11:50:41

Abstract


Dalam penelitian ini telah dilakukakan untuk menentukan  desain parameter akusisi seismic yang ideal dari target tertentu dari lapangangan “ITS” berdasarkan model geologi yang telah dibuat sehingga akan didapatkan data seismic yang baik yang akan memudahkan dalam pengolahan data (processing).

Pada penelitian ini menggunakan metode static yang meliputi pembuatan model geologi dengan  memperhatikan data geologi daerah setempat menggunakan software Tesseral, pembuatan template menggunakan software Mesa Expert 12 dan Processing data menggunakan software Omega untuk mendapatkan hasil stack kemudian dibandingkan antara hasil stack dengan model geologi awal yang telah dibuat. Adapun parameter yang digunakan untuk mengetahui seberapa tepat parameter yang telah kita input kan antara lain frekuensi, jarak antar shotpoint, binsiz, dan variasi penembakan berdasarkan nomor shotpoint. Frekuensi yang digunakan 10 Hz dan 23 Hz, jarak antar shotpoint yang digunakan 50 meter dan 80 meter sehingga binsize yang digunakan 25 meter dan 40 meter karena nilai binsize merupakan setengah dari nilai jarak shotpoint.

Frekuensi 23 Hz lebih dapat membedakan lapisan tipis daripada ketika menggunakan frekuensi 10 Hz sedangkan frekuensi 10 Hz lebih baik dalam penetrasi kedalaman. Jarak antara  shotpoint 50 meter menghasilkan data dengan kualitas lebih baik karena dengan jarak yang lebih kecil akan menggunakan jumlah shotpoint lebih banyak.Saat menggunakan binsize yang lebih kecil ukurannya akan menghasilkan fold lebih banyak sehingga kualitas data yang dihasilkan lebih baik. Variasi pun dilakukan saat penembakan, penembakan yang menggunakan shotpoint bernomor ganjil menghasilkan kualitas data lebih baik dibandingkan ketika penembakan menggunakan shotpoint yang bernilai genap. Hasil stack yang merupakan hasil dari processing sudah menunjukkan kemiripan dengan model geologi yang telah dibuat sehingga dapat dikatakan input parameter yang digunakan sudah tepat.


Keywords


parameter akusisi; shotpoint; binsize; Prinsip Huygens; fold coverage

References