Pemetaan Zona Lemah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner dan Dutch Cone Penetrometer Test (DCPT)

Abdurahman Wafi, Bagus Jaya Santosa, Dwa Desa Warnana
Submission Date: 2014-08-07 08:59:10
Accepted Date: 2014-09-14 11:50:41

Abstract


Dalam penelitian ini telah dilakukan pengamatan geolistrik dan data Dutch Cone Penetrometer Test (DCPT) yang dilakukan di Jalan Arteri Porong. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan tanah, memetakan persebaran zona lemah dan mendapatkan hubungan nilai tekanan konus dengan resistivitas untuk menentukan zona lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah akusisi data lapangan geolistrik dan DCPT serta mengorelasikan nilai tekanan konus dan resistivitas. Dari penelitian untuk zona lemah didapatkan nilai resistivitas <10 Ωm dan nilai tekanan konus < 20 kg/cm2. Perseberan zona lemah terdapat pada kedalaman 6-13 meter dengan jarak 30-200 meter untuk lintasan 1, kemudian pada jarak 320 meter untuk lintasan 14, serta pada jarak 330-340 meter dan 400-440 meter untuk lintasan 16. Hasil korelasi antara resistivitas dengan tekanan konus diperoleh bahwa keduanya dapat digunakan untuk menentukan zona lemah akan tetapi  untuk sifat kelistrikan batuan tidak bisa dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat kekerasan tanah begitu juga sebaliknya.


Keywords


resistivitas; tekanan konus; zona lemah; porong;

References