DESAIN KELAS DARURAT PASCA BENCANA UNTUK SEKOLAH DASAR DI INDONESIA

Fahmi Rusvidianti
Submission Date: 2015-08-11 23:29:42
Accepted Date: 2016-01-21 09:33:03

Abstract


Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Dalam kurun waktu 12 tahun selama 2002 hingga awal 2014, BNPB mencatat telah terjadi 1.093 bencana alam, baik bencana hidrometerologi maupun non hidrometeorologi. Dari beberapa data,  didapatkan bahwa jumlah pengungsi dan sarana pendidikan yang rusak karena bencana sangat besar. Hal ini tentu berdampak buruk bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak yang masih sekolah. Selain itu, bencana juga menimbulkan post traumatic disorder (PTSD) pada anak karena terjadinya hal-hal buruk yang menimpa mereka dan keluarganya saat bencana.

Selama ini, penanganan pendidikan dalam situasi darurat terutama dalam hal infrastrukturnya belum optimal. Pada masalah ini, penulis mencoba memberikan solusi melalui desain yang berfokus pada penyediaan infrastruktur berupa modul kelas semi permanen berbasis caravan. Proses pendistribusian modul cukup mudah dengan cara ditarik oleh mobil. Ukurannya disesuaikan dengan akses jalan di Indonesia sehingga kemampuan menjangkau hingga daerah terpencil pun tinggi. Sistem folding dan extend yang ada pada modul membuatnya sangat praktis dan mudah digunakan dalam waktu persiapan yang singkat.

Kelas darurat pasca bencana ini ditujukan untuk siswa SD, dengan menawarkan konsep pendidikan non formal. Terdiri dari dua modul, yaitu modul classroom yang mengakomodasi fungsi belajar mengajar dan multimedia fun learning. Dan modul multipurpose yang mengakomodasi fungsi kantor administrasi, dapur sederhana, tempat tinggal relawan guru dan multimedia fun learning. Diharapkan, Kelas Darurat ini sekaligus dapat menjadi pusat aktivitas anak di area pengungsian karena konsep pembelajarannya yang menyenangkan sehingga dapat menjadi penyembuh trauma psikologis mereka.


Keywords


pendidikan darurat, bencana, kelas, fun learning, trauma healing

References


INEE, 2010. Standar-Standar Minimum untuk Pendidikan : Kesiapsiagaan, Respon, Pemulihan. Diterjemahkan oleh Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI). Jakarta: MOC Publishing

Marotz, Lynn R. 2008. Health Safety and Nutrition for the Young Child 7th edition. New York:Delmar Learning

BNPB, Direktorat Pengurangan Resiko Bencana.2010. Sistem Nasional Penanggulangan Bencana.pdf

Nurmianto, Eko. 2008. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Gunawidya

Dreyfus, H., Tilley, A.R. 2002. The Measure of Man & Woman: Human Factors in Design. New York: John Wiley & Sons

Panero, J., Zelnik, M. 1979. Human Dimension & Interior Space: A Source Book of Design Reference Standards. The Architectural Press Ltd : Great Britain

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Pasal 42 tahun 2005, Bab IV tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana

Sumbar, Antara. 2014. 2002-2014,Bencana Alam di Indonesia Capai 1.093,

UGM, PSPK. 2010. Keberlanjutan Pendidikan Pasca Erupsi Merapi,

Suprobo, Novina. 2008. Anak Pasca Bencana, Dampak, Deteksi Dini,Faktor Resiko, Intervensi dan Prevensi,

Puspitosari, S.P, Lilis. 2010. Pengaruh Warna Dapat Membantu Proses Pembelajaran Anak Usia Dini,

Nova, Tabloid. Kisah Para Relawan Guru Wanita ,


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.