Hunian. Rumah Betang (Agregasi Budaya. Alkimia Arsitektur Dayak demi Fundamentalisme Arsitektur Nusantara)

Radian Zaki Rabbani, Endy Yudho Prasetyo
Submission Date: 2016-07-29 13:09:35
Accepted Date: 2016-12-13 14:01:31

Abstract


Perang. Perang dunia satu dan dua telah memberikan berbagai macam efek negatif ke seluruh penjuru dunia dalam berbagai aspek. Salah satu aspeknya adalah budaya, dimana budaya luar memaksa masuk dan menggantikan budaya-budaya yang sudah ada, seperti yang telah diungkapkan oleh Rem koolhaas “in 1914, it made sense to talk about a ‘chinese’ architecture, a ‘swiss’ architecture, an ‘indian’ architecture. one hundred years later, under the influence of wars, diverse political regimes, different states of development, national and international architectural movements, individual talents, friendships, random personal trajectories and technological developments, architectures that were once specific and local have become interchangeable and global. national identity has seemingly been sacrificed to modernity”. Sama halnya dengan Indonesia, arsitektur Nusantara telah dikorbankan demi komodernan. Lantas apakah seorang arsitek hanya akan tinggal diam melihat kasus ini? Untuk menangani kasus ini maka sudah tentu diperlukan sebuah upaya arsitektur untuk meresponnya. Sebuah percobaan melalui angan-angan “akan seperti apa arsitektur Nusantara (rumah betang) jika perang dunia satu dan dua tidak pernah terjadi?”, “akan seperti apa arsitektur Nusantara (rumah betang) jika budaya luar masuk dan ditanggapi dengan pemikiran kritis?”. Objek rancangan ini selain bertujuan untuk memvisualisasikan arsiektur Nusantara (rumah betang) sekaligus juga untuk mengembalikan identitas nasional dan fundamentalisme arsitektur nusantara, karena sejatinya kehilangan identitas nasional merupakan kekalahan terbesar yang dapat dialami oleh sebuah Negara.


Keywords


Arsitektur Nusantara; Budaya; Identitas Nasional; Perang; Rumah betang

References


http://www.designboom.com/architecture/rem-koolhaas-revisits-fundamentals-for-the-2014-venice-architecture-biennale/ diakses pada 4 Oktober 2015.

https://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi diakses pada 5 Oktober 2015.

http://rooang.com/2014/08/jengki-gaya-arsitektur-pasca-kemerdekaan/ diakses pada 5 Oktober 2015.

Prijotomo, Josef, 2008, Pasang Surut Arsitektur Indonesia, Wastu Lanas Grafika, Surabaya

Muchlis, Nurfahmi. 2014 Tesis Perancangan, Eksplorasi Desain Arsitektur Nuaantara Etnik Bugis dengan Agoritma Generatif. Program Magister Bidang Keahlian Perancangan Arsitektur. Jurusan Arsitektur. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya

^ a b c d https://www.academia.edu/8259028/Rumah_Betang Rumah betang diakses November 2015

^ http://www.anneahira.com/rumahadatsukudayak8493.htm rumah adat suku dayak diakses November 2015

^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1054/rumahadatbetangRumah adat betang diakses November 2015

Yudho P, Endy. 2008 Tugas Arsitektur Nusantara Space, Place, Dan Form Rumah Adat Lamin Suku Dayak Kalimantan Timur. Program Pasca Sarjana Arsitektur institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Schiller, Anne Louise. 1987. Dynamics of Death: Ritual, Identity, and Religious Change among the Kalimantan Ngaju. Faculty of the Graduate School of Cornell University.

Asteria. 2008 Perkembangan Penataan Interior Rumah Betang Suku Dayak Ditinjau dari Sudut Budaya. Jurusan Desain Interior Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra. Surabaya


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.